BREAKING NEWS

TANGERANG SELATAN

NASIONAL

TANGERANG RAYA

Wednesday, August 26, 2026

Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW

Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW
Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW 

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Dilakukan secara turun temurun, Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H warga Kalipasir, Sukasari, Kota Tangerang, Banten gelar arak-arakan perahu sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan, pada Selasa (25/8/2026)


Acara yang diselenggarakan oleh PHBU Masjid Jami Kalipasir ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB dari titik kumpul Masjid Agung Al - Ittihad Kota Tangerang, Sejumlah perahu hias dengan ornamen Islami, bendera, dan umbul-umbul dilepas secara simbolis.


Suhendi, Sekertaris DKM Masjid Jami Kalipasir, mengatakan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk kecintaan umat kepada Baginda Rasulullah SAW.


"Kegiatan ini memang rutin ya disetiap tahun, setiap Maulid. alhamdulillah dari semalem kita panitia kita intens kita monitor sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik," kata Suhendi yang kerap disapa Hendi, saat ditemui di lokasi, pada Selasa (25/8/2026).


"Jadi tahun demi tahun kita ini ada peningkatan, tahun tahun lalu kita bikin perahu 3 sekarang 4, terus jemaah juga meningkat, kekompakan juga terus kita bangun komunikasi sehingga kita terciptalah kekompakan gini," tambahnya.


*Sholawat Menggema Sepanjang Rute*


Sepanjang rute, gema sholawat, takbir, dan tahlil menggema dari atas perahu hingga ke tepian. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak antusias menyaksikan dan ikut berjalan kaki mengiringi.


" Peserta ini didominasi dari warga lokal, tetapi tetangga tetangga ikut serta mulai dari karawaci gabung kekita juga, bahkan dari Kabupaten Tangerang juga ada, karena kita juga kan Tangerang Raya ya yang ikut serta," ucap Suhendi.


Tidak hanya warga Kalipasir, jamaah dari wilayah sekitar Tangerang juga turut hadir. Para pedagang kecil di sepanjang rute juga kebagian rezeki.


*Menjaga Tradisi dan Silaturahmi*


Sementara itu, Menurut RW 04, ada beberapa perahu yang ikut serta dalam arak-arakan tahun ini. Setiap perahu dihias secara swadaya oleh warga.


" Alhamdulillah pada acara hari ini, kebetulan memang saya jadi RW baru 3 minggu ya disini khususnya RW 04. Alhamdulillah dengan adanya kebersamaan ini, semua warga ikut memeriahkan, dan sekaligua melaksanakan hari HUT (Maulid Nabi Muhammad SAW)," ujar H Zezen, Ketua RW 04 Kalipasir, Sukasari, Kota Tangerang, Banten.


Lebih lanjut dirinya menceritakan, dimana dalam sejarah arak arakan perahu disetiap hari Maulid Nabi Muhammad SAW Tersebut berawal hanya dilakukan di wilayah Kalipasir namun saat ini sudah berkembang disetiap tahunnya.


"Tadinya biasanya itu khusus untuk Kalipasir, tapi begitu ini sangat antusias hingga pemerintah juga sampai (ikut serta-red). Semoga kedepannya lebih baik lagi, lebih bagus lagi, dan supaya kita lebih mengenal adanya situs atau sejarah di Jami Kalipasir," pungkasnya


Serangkaian acara tersebut, ditutup dengan doa bersama, tausiyah, membagikan Nasi Uduk untuk masyarakat dan ziarah makam ke para sesepuh yang ada di lingkungan Masjid Jami Kalipasir. Pihak kepolisian dan Satpol PP juga diterjunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.


Peringatan Maulid dengan arak-arakan perahu ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meneladani sifat Rasulullah SAW. (Sn)

Saturday, August 22, 2026

Kisah di Balik Martabak Kubang Hayuda: Legenda Kuliner Minang yang Merambah Nusantara

SERBA-SERBI,korantangsel.com- Di balik renyah dan gurihnya Martabak Kubang Hayuda yang legendaris, ada kisah perjuangan panjang seorang putra Minang bernama H. Yusri Darwis (yang akrab disapa Haji Hayuda), hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu ikon kuliner paling tersohor di Indonesia.

Penerus generasi ke dua sekaligus pengelola Martabak Kubang Haji Hayuda Cabang Jakarta dan Serpong Iwan mengatakan, Martabak Kubang bukan sekedar hidangan, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau yang dikenal luas sebagai “Martabak Mesir” asal Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

“Di balik kelezatannya, tersimpan sejarah panjang, adaptasi budaya, dan semangat merantau orang Minang yang menjadikan martabak ini dikenal dan merambah hingga nusantara,” katanya.

Iwan mengaku, berbeda dengan martabak biasa. Martabak Kubang memiliki kulit lebih tipis dan renyah, berisi daging sapi cincang yang dimasak dengan bumbu khas Minang, telur serta daun bawang. Tak hanya itu, yang membuatnya unik adalah kuah cuka khas dengan potongan bawang bombai, cabai dan timun sebagai pelengkap yang menyegarkan. Sehingga gabungan antara gurih, manis, dan asam ini menjadikannya favorit lintas generasi.

“Rahasia kelezatan martabak kubang milik Hayuda ini, terletak pada daging rendang untuk isian yang terbuat dari 20 macam rempah.Tak hanya itu, rahasia lainnya yang membuat martabak ini melegenda yakni pada kuah cuka terbaik yang diracik dengan tambahan sari nanas,” ungkapnya.

Akar Budaya dan Asal Usul Martabak Kubang

Secara historis, Martabak Kubang muncul sebagai hasil akulturasi antara budaya Minang dan pengaruh Timur Tengah. Sejak abad ke-19, banyak pedagang dan ulama dari Yaman datang ke wilayah pesisir Sumatra Barat, membawa serta berbagai resep, termasuk martabak daging.

Namun, masyarakat Minang tidak sekadar meniru. Mereka mengolah resep itu dengan rempah-rempah lokal dan teknik masak khas Minang. Inilah yang menciptakan cita rasa otentik Martabak Kubang yang berbeda dari martabak ala Arab atau India.

“Martabak Kubang itu bukan cuma makanan, tapi juga identitas. Kalau orang Minang buka rumah makan, biasanya martabak ini jadi andalan utama,” ungkap Iwan.


Numpang di Toko Hingga Miliki Cabang

Menurut Iwan, kini Martabak Kubang Hayuda bukan sekadar kuliner malam biasa. Melainkan simbol keberhasilan tradisi merantau masyarakat Kubang. Usaha yang dimulai dari menumpang di toko es sederhana milik orang lain, kini telah berkembang menjadi jaringan restoran besar di Padang, Jakarta, dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

“Kami memiliki berbagai cabang, salah satunya di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Serpong dan saat ini ikut di Festival Kuliner Serpong (FKS) Summarecon Mall Serpong untuk kesekian kalinya,” tuturnya.

Ia mengaku, animo masyarakat terhadap Martabak Kubang di festival ini cukup tinggi. Apalagi, saat FKS tahun 2012 bertajuk Minang Nan Rancak omset martabak menembus di angka Rp 40 juta per hari.

“Kami berharap, melalui momen FKS ini. Martabak Kubang semakin banyak dikenal, dan masyarakat dapat menikmati rasa otentik dari martabak ini,” tutupnya. (Dini)

FKS Summarecon Mall Serpong Gelar "Satu Jalur Seribu Rasa: Lintas Sumatera", Boyong Kelezatan Nusantara dalam Satu Tempat

                                      

HIBURAN, korantangsel.com- Summarecon Mall Serpong (SMS), kembali menghadirkan gelaran Festival Kuliner Serpong (FKS). Konsisten merayakan kekayaan kuliner
nusantara sejak pertama kali tahun
2011, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” yang menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi.

Center Director Summarecon Mall Serpong Finnah Ngadio mengatakan, "Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” tidak hanya sekadar menjadi tema, tetapi juga menjadi ajakan untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara, khususnya kuliner Sumatera dengan cita rasa yang kaya akan berbagai rempah khas Indonesia tanpa harus berpindah kota.

 

Selain itu, lanjutnya, tidak hanya menjadi festival yang menghadirkan beragam cita rasa, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan pelaku kuliner dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UKM yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner Tanah Air.”



Untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner, FKS Summarecon Mall Serpong menghadirkan ratusan kuliner, termasuk 13 tenant yang mendapat label autentik dari daerah asalnya yaitu Lampung, Palembang dan Padang. Seperti Lampung ada Bakso Son Haji Sony dan Mie Koga,  Palembang ada Pempek Beringin Palembang sejak 1970 & oleh-oleh Beringin, Es Kacang Merah Asuk Koboy, Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z, dan Bakmi Aloi, dan Padang ada Teh Talua Malimpah Mak Datuak, Kripik Balado dan Rendang & Dendeng Christine Hakim Asli Padang, Martabak & Roti Cane Kubang Hayuda, Nasi Goreng & Mie Goreng Kubang Hayuda, Sate Mak Syukur Padang Pandjang dari Padang. 

Tak hanya itu, hadir juga beberapa pilihan tenant favorit lainnya seperti Es Kacang Merah Asuk Koboy Palembang sejak 1989, Sate Padang Pariaman Putra Koto, Soto Padang & Mie Tahu Uni Vina, Lamang Tapai Uni Dewi, Si Paling Si Padang Keliling, hingga Pisang Kapik dan Pisang Santan Sutan Muda. Pilihan kuliner dari Medan seperti Kede Cesku, Mie Keriting Siantar Alai, dan Martabak Piring Medan Bang Naga, serta makanan dari Aceh juga hadir Mie Aceh Seulawah,


Pengalaman “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” tidak hanya dihadirkan melalui kuliner, tetapi juga melalui dekorasi tematik yang membawa pengunjung seolah menjelajahi berbagai daerah di Sumatera. Area FKS dilengkapi dengan berbagai representasi ikon daerah, mulai dari miniatur landmark seperti Jam Gadang, rumah adat, hingga dekorasi 3D tipografi yang memperkuat karakter visual masing-masing daerah.
 


Sementara itu, Penanggungjawab Tenant Pempek Beringin khas Palembang Zidan mengaku, berbeda dengan pempek lainnya, pempek Beringin dibuat dengan bahan berkualitas tinggi, tanpa pengawet dan terbuat dari ikan tenggiri asli ditambah kuah cuko yang sangat kental.

Tak hanya itu, ia menambahkan, pempek Beringin juga memiliki varian unik. Seperti pempek keju dan pempek kapal selam telor asin, celimpungan, mie celor dan tekwan yang dibandrol dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu.

Zidan mengaku, dalam sehari pempek Beringin bisa menghabiskan 10 ribu porsi di hari biasa, sedangkan hari libur bisa menghabiskan 20 ribu porsi. “Kebanyakan yang dipesan memang  pempek keju dan kapal selam telor asin,” tutupnya. (Dini)








 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes