Tangerang Selatan, korantangsel.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat di Aula FAI Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin, 16 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kegiatan
tersebut, Okta Kumala Dewi menyampaikan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan
melalui pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai Dasar
dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai
bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Menurut Okta, di
tengah perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi yang semakin
pesat, masyarakat perlu terus memperkuat komitmen kebangsaan agar tidak mudah
terpengaruh oleh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur
bangsa Indonesia.
“Empat Pilar MPR RI
bukan sekadar konsep, melainkan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus ditanamkan agar persatuan
dan kesatuan bangsa tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi
saat ini,” ujar Okta
Ia menjelaskan
bahwa Pancasila memiliki kedudukan sebagai dasar negara sekaligus ideologi
negara yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan
bernegara. Selain itu, UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan konstitusional yang
mengatur hak dan kewajiban warga negara serta penyelenggaraan
pemerintahan.
Dalam pemaparannya,
Okta juga menyoroti sejumlah tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia,
antara lain pengaruh globalisasi, lemahnya penghayatan terhadap nilai-nilai
kebangsaan, berkembangnya sikap intoleransi, serta menurunnya keteladanan dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, menurutnya, penguatan
pemahaman terhadap Empat Pilar menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan
bangsa.
Kegiatan
sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan dihadiri tokoh masyarakat,
tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat setempat. Para
peserta diberikan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan berbagai aspirasi
terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
(korantangsel.com -
Ian)







