BREAKING NEWS

TANGERANG SELATAN

NASIONAL

TANGERANG RAYA

Friday, February 27, 2026

Instalasi Farmasi Kota (IFK) Tangerang Raih Sertifikat CDOB

 


KESEHATAN, korantangsel.com- Instalasi Farmasi Kota (IFK) Kota Tangerang, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Sertifikat CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Kepala IFK Kota Tangerang Ratna Sumirat mengatakan, sertifikat ini menjadi bukti bahwa sistem distribusi obat di IFK Kota Tangerang telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah dalam menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat hingga sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan, CDOB atau Cara Distribusi Obat yang Baik merupakan pedoman resmi yang mengatur proses pengadaan, penyimpanan, penyaluran, hingga pengendalian mutu obat agar tetap terjaga kualitasnya sepanjang rantai distribusi. Sehingga dengan diperolehnya sertifikat ini, IFK Kota Tangerang dinilai telah menerapkan tata kelola distribusi obat yang profesional, akuntabel, dan sesuai regulasi.

“Capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras seluruh tim dalam memastikan pelayanan kefarmasian berjalan optimal. Diharapkan, capaian ini semakin memperkuat kualitas layanan kesehatan di Kota Tangerang, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi obat yang aman dan bermutu,” katanya. (Dini)

Black Mold, Jamur Dinding yang Berbahaya bagi Kesehatan


KESEHATAN,korantangsel.com- Pernahkah Anda melihat bercak atau bintik-bintik berwarna hitam di plafon atau dinding rumah? Bercak hitam tersebut dikenal dengan black mold atau jamur ruangan. Meski tampak tidak berbahaya, jamur ini ternyata bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. 

Dokter Spesialis Paru RS Melati dr. Rifian Arnanda mengatakan, black mold merupakan jamur berwarna hitam atau hijau gelap, yang biasa tumbuh di lingkungan hangat, lembab dan kurang memiliki sirkulasi udara yang baik.

“Tidak heran, kalau jamur ini sering ditemukan di ruangan atau kamar yang lembab. Seperti ruang bawah tanah, kamar mandir, bingkai jendela, langit-langit atau dinding yang sering terkena rembesan air,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan jamur ini tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi berdampak buruk pada kesehatan manusia terutama bagi individu yang sensitif atau memiliki masalah pernapasan, seperti asma dan alergi.

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari jamur ini, lanjutnya, seperti gangguan pernapasan. Jika tidak sengaja terhirup bisa menyebabkan jamur, batuk, hidung tersumbat dan tenggorokan gatal. Reaksi alergi, gangguan reaktif, gangguan kognitif dan gangguan mental.

“Ada beberapa cara untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan akibat jamur ini, seperti minum obat antihistamin untuk meredakan gejala yang dialami, irigasi hidung, konsumsi atau semprotkan dekongestan dan oleskan obat gatal,” tutupnya. (Dini)


Stunting Bisa Dicegah dengan Lima Rumus Pintu Masuk Keluar

 


KESEHATAN,korantangsel.com- Kader posyandu menjadi elemen penting dalam pembangunan kesehatan, khususnya masalah gizi balita. Untuk itu, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Jatiuwung, mengajak kader posyandu dan kader TP PKK menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait gizi melalui seminar “Stunting Bisa Dicegah, Asal Kita Tidak Lengah”.

Dokter dan Ahli Gizi Komunitas dr. Tan Shot Yen menekankan bahwa stunting bukanlah takdir, melainkan kondisi yang bisa dicegah asalkan kita tidak lengah pada pola asuh, nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang. Karena pencegahan stunting bukan sekedar memberi makan anak, melainkan komitmen dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia membeberkan, ada lima hal pokok yang harus diperhatikan agar tidak lengah dalam pencegahan stunting. Yaitu, gizi ibu hamil (pintu masuk 1) dengan cara mencegah anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil sangat krusial. Sehingga, ibu hamil harus makan makanan gizi seimbang bukan makan banyak.

Kedua, lanjutnya, inisiasi menyusui dini (IMD) dan ASI eksklusif. Karena, kegagalan ASI eksklusif 6 bulan pertama adalah salah satu penyebab utama. Ketiga, MPASI yang benar (pintu keluar 1), harus bergizi dan kaya protein hewani dengan penggunaan pangan lokal yang terjangkau (ikan dan telur) daripada produk instan.

Ke empat,  tidak lengah memantauan tinggi badan anak di posyandu di kurva pertumbuhan, bukan hanya berat badan. Kelima sanitasi dan imunisasi, mempengaruhi penyebab anak stunting. Lingkungan harus bersih dan vaksinasi wajib untuk mencegah anak sering sakit.

Selain itu, ia menambahkan, kuncinya adalah kader wajib menjelaskan bahwa stunting adalah gangguan gizi kronik, bukan sekedar gizi buruk yang berdampak pada kecerdasan anak. Literasi orang tua, dimana mereka harus cerdas gizi dan tidak mudah terpengaruh stigma atau mitos dan pemberian makanan pangan lokal yang lebih direkomendasikan daripada susu formula. 




Program Penanganan Stunting PKK Kecamatan Jatiuwung

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Jatiuwung Nurul Fitri Prihadi menekankan, pentingnya peran PKK dan kolaborasi dengan Kecamatan Jatiuwung dalam penurunan angka stunting, melalui berbagai program prioritas.

Lanjutnya, kolaborasi dengan pihak kecamatan dilakukan dalam hal pemenuhan gizi yaitu Sate Sami (Satu Telur Setiap Minggu) yang dilakukan secara rutin oleh para pegawai, program sedekah sampah yang dikumpulkan warga melalui Bank Sampah diubah menjadi nilai ekonomis untuk membantu pemenuhan gizi balita dengan olahan pangan lokal. Serta pemeriksaan kesehatan bersama puskesmas, serta kader posyandu sebagai pemantau balita di wilayah.

“Kami berharap, ilmu kader posyandu terkait stunting semakin bertambah. Sehingga, nantinya para kader ini bisa menjelaskan kepada masyarakat apa itu stunting hingga bagiamana caranya agar anak tidak stunting,” katanya. (Dini)

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes